Jakarta — Wakil Menteri Pertanian Sudaryono melakukan pertemuan dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di Solo pada Jumat malam. Dalam agenda tersebut, keduanya membahas perkembangan sektor pertanian nasional sekaligus evaluasi berbagai program pangan pemerintah.
Sudaryono menyampaikan bahwa pemerintah mengklaim telah mencapai target swasembada pangan pada 2025. Menurutnya, capaian itu di tandai dengan penghentian impor beras serta meningkatnya dukungan terhadap petani melalui kebijakan harga gabah dan distribusi pupuk.
Pemerintah, kata Sudaryono, menetapkan harga gabah sebesar Rp6.500 per kilogram guna meningkatkan pendapatan petani. Selain itu, subsidi dan potongan harga pupuk hingga 20 persen di sebut membantu menjaga biaya produksi tetap terkendali.
Ia juga menjelaskan bahwa ketersediaan irigasi dan pembelian hasil panen oleh pemerintah menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas produksi pangan nasional.
Kondisi tersebut dinilai mendorong optimisme petani untuk meningkatkan hasil pertanian.
Dalam pertemuan itu, Jokowi disebut memberikan apresiasi terhadap perkembangan sektor pertanian. Berdasarkan pengamatannya, kondisi petani saat ini di nilai lebih baik karena adanya dukungan pemerintah terhadap harga panen, ketersediaan pupuk, dan infrastruktur pengairan.
Selain melaporkan perkembangan program pangan, Sudaryono juga meminta masukan dari Jokowi terkait pelaksanaan tugasnya sebagai Wakil Menteri Pertanian.
Ia menilai pengalaman mantan presiden tersebut masih relevan sebagai referensi dalam menjalankan kebijakan pembangunan pangan ke depan.
Sudaryono menegaskan pentingnya kesinambungan program pemerintah agar sektor pertanian tetap stabil dan mampu mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan. (*)







