JAKARTA – Sony menghadapi tekanan besar di bisnis konsol gim setelah penjualan PlayStation 5 (PS5) mengalami penurunan tajam di tengah krisis memori global yang belum mereda.
Dalam laporan keuangan terbarunya, Sony mencatat penjualan PS5 pada kuartal fiskal keempat hanya mencapai 1,5 juta unit. Angka tersebut turun sekitar 46 persen di bandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 2,8 juta unit.
Kondisi tersebut juga membuat Sony dua kali menaikkan harga PS5 dalam kurun waktu kurang dari satu tahun akibat meningkatnya biaya produksi dan keterbatasan pasokan memori.
Selain penurunan penjualan perangkat keras, Sony juga memperkirakan pendapatan dari divisi gaming akan turun sekitar 6 persen sepanjang tahun fiskal 2026.
Meski demikian, secara keseluruhan pendapatan divisi gaming Sony pada 2025 masih mencatat kenaikan tipis menjadi 4,69 triliun yen di bandingkan 4,67 triliun yen pada tahun sebelumnya. Laba operasional juga naik sekitar 12 persen menjadi 463,3 miliar yen berkat peningkatan layanan PlayStation Network.
Sony Andalkan GTA VI dan PlayStation Network
Sony menyebut beberapa tekanan bisnis tahun lalu di picu penurunan nilai aset Bungie akibat performa penjualan game Destiny 2 yang kurang memuaskan.
Namun perusahaan optimistis laba pada tahun fiskal berikutnya bisa meningkat hingga 30 persen. Optimisme tersebut di dorong oleh ekspektasi tingginya penjualan game Grand Theft Auto VI (GTA VI) serta pertumbuhan layanan digital PlayStation Network.
Di sisi lain, Sony juga mulai meningkatkan investasi untuk pengembangan konsol generasi terbaru yang di perkirakan akan hadir dengan nama PlayStation 6 atau PS6.
Perusahaan mengakui biaya pengembangan platform generasi berikutnya berpotensi memengaruhi profit perusahaan dalam beberapa tahun ke depan.
Ketersediaan Memori Jadi Faktor Penentu
Sony menegaskan kondisi pasar memori global masih menjadi faktor utama yang menentukan produksi dan penjualan PS5 sepanjang 2026.
Perusahaan mengaku telah mengamankan pasokan memori minimum untuk memenuhi kebutuhan pasar hingga musim libur akhir tahun 2026. Namun volume produksi tetap akan di sesuaikan dengan harga dan ketersediaan komponen memori di pasar global.
Sony juga menargetkan profitabilitas perangkat keras PS5 tetap stabil meski kondisi industri semikonduktor masih menghadapi tekanan dan ketidakpastian pasokan global.***






