Jakarta -Bank Mandiri memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 berada di kisaran 5,1% hingga 5,5% secara tahunan. Angka tersebut lebih rendah di bandingkan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 yang mencapai 5,61%.
Head of Macroeconomic & Financial Market Research Department Bank Mandiri, Dian Ayu Yustina, menyampaikan bahwa perekonomian nasional masih cukup tangguh meski di hadapkan pada ketidakpastian global.
Menurutnya, perlambatan proyeksi pada kuartal II di pengaruhi oleh tidak adanya faktor musiman seperti Hari Raya Idulfitri yang sebelumnya mendorong konsumsi pada awal tahun.
Meski demikian, pertumbuhan ekonomi di perkirakan tetap terjaga berkat dukungan pemerintah melalui percepatan belanja APBN serta kebijakan moneter dan makroprudensial yang akomodatif.
Langkah tersebut di nilai penting untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan global.
Bank Mandiri juga mencermati sejumlah indikator perlambatan domestik, seperti melemahnya penjualan ritel dan turunnya Indeks Keyakinan Konsumen.
Selain itu, sentimen global di nilai turut memengaruhi tingkat optimisme masyarakat dan aktivitas investasi di dalam negeri.(*)






