SULTENG-Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,8 mengguncang Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada Sabtu, 16 Mei 2026, pukul 16.34 WITA. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa dangkal tersebut tidak berpotensi tsunami.
Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Palu, Djati Cipto Kuncoro, mengatakan gempa dipicu aktivitas Sesar Palukoro. Episenter gempa berada di darat, sekitar 21 kilometer di utara Kabupaten Sigi, dengan kedalaman 10 kilometer.
“Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Palukoro,” kata Cipto seperti dikutip dari Antara, Sabtu, 16 Mei 2026.
BMKG mencatat pusat gempa berada pada koordinat 1,20 Lintang Utara dan 119,89 Bujur Timur. Guncangan terasa cukup kuat di sejumlah wilayah. Berdasarkan laporan masyarakat dan estimasi peta guncangan, intensitas gempa di Kabupaten Sigi mencapai skala IV MMI, sementara di Kota Palu tercatat III MMI.
Pada skala IV MMI, gempa dirasakan banyak orang di dalam rumah dan sebagian warga di luar ruangan. Adapun skala III MMI membuat getaran terasa nyata di dalam rumah seperti truk besar melintas.
Hingga Sabtu petang, BMKG belum menerima laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. Namun aktivitas seismik susulan masih terpantau.
Cipto mengatakan hingga pukul 17.00 WITA, BMKG mendeteksi satu gempa susulan berkekuatan magnitudo 1,7 dengan kedalaman lima kilometer.
BMKG mengimbau masyarakat di Sulawesi Tengah, terutama warga Kabupaten Sigi dan sekitarnya, tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Warga diminta terus memantau perkembangan melalui kanal resmi BMKG.(*)







