JAKARTA, RK – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memastikan bahwa fenomena meteor yang melintas di langit Cirebon baru-baru ini tidak berkaitan dengan insiden kebakaran di sekitar Tol Ciperna.
Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin, menegaskan bahwa kemunculan meteor tidak menimbulkan api ataupun menyebabkan kebakaran di daratan.
“Jadi tidak ada kaitannya dengan kobaran api dan kebakaran,” ujar Thomas dalam keterangan yang dikutip dari video Antara.
Ia menjelaskan, jika meteor jatuh ke daratan sekalipun, benda langit tersebut tidak akan menimbulkan api karena saat memasuki atmosfer, sebagian besar meteoroid sudah terbakar habis sebelum mencapai permukaan bumi.
“Kalaupun ada meteor yang jatuh, itu sama sekali tidak akan membakar karena meteor itu tidak menimbulkan api. Jadi kalau pun jatuhnya di darat, tidak akan menimbulkan kebakaran,” tegasnya.
Sebelumnya, masyarakat di wilayah Kabupaten Kuningan hingga Kabupaten Cirebon dihebohkan dengan suara dentuman keras pada Minggu malam (5/10). Fenomena itu diketahui berasal dari meteor berukuran cukup besar, diperkirakan berdiameter 3 hingga 5 meter, yang melintas di langit Jawa Barat dan jatuh ke laut.
BRIN menegaskan, peristiwa tersebut merupakan fenomena astronomi alami dan tidak berhubungan dengan insiden kebakaran apa pun di daratan. (lek)







