Jakarta – Pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap penanganan sampah di Jakarta, terutama di kawasan TPST Bantargebang. Hal ini disebabkan oleh besarnya volume sampah serta dampaknya terhadap persepsi publik secara nasional.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa kondisi Jakarta memiliki pengaruh besar terhadap penilaian masyarakat terhadap pengelolaan sampah di seluruh Indonesia . Menurutnya, meskipun daerah lain telah berhasil menangani sampah dengan baik, masalah di Bantargebang dapat membuat upaya tersebut seolah belum maksimal.
Sebaliknya, jika persoalan di Bantargebang berhasil diselesaikan, maka hal itu akan menciptakan kesan bahwa pengelolaan sampah nasional sudah berjalan dengan baik, meskipun di beberapa daerah lain masih terdapat kendala.
Untuk mempercepat penanganan ini, pemerintah mengandalkan kerja sama lintas kementerian dan pemerintah daerah. Koordinasi intensif terus dilakukan guna memastikan program berjalan sesuai target.
Zulkifli Hasan juga mengapresiasi sinergi antara Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dengan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Ia menilai kolaborasi keduanya menunjukkan komitmen serius dalam menyelesaikan persoalan sampah, khususnya melalui pengembangan teknologi waste to energy.
Menurutnya, komunikasi yang intens antara pihak-pihak terkait menjadi kunci percepatan program. Pertemuan yang dilakukan berulang kali menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mencari solusi konkret.
Program pengolahan sampah menjadi energi listrik pun menjadi salah satu fokus utama. Pemerintah berharap langkah ini tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah melalui produksi energi.(Afi)





















