SB – Timnas Spanyol mulai mempersiapkan diri menghadapi final Piala Dunia 2026 melawan Argentina. Namun, pada sesi latihan perdana jelang laga puncak, dua pemain andalan La Furia Roja, Lamine Yamal dan Pedro Porro, menjalani latihan terpisah karena belum sepenuhnya pulih secara fisik.
Kedua pemain tersebut hanya melakukan latihan ringan di sisi lapangan dan tidak bergabung dalam sesi utama bersama rekan-rekannya. Kondisi itu merupakan langkah antisipasi dari tim pelatih setelah keduanya mengalami kelelahan usai tampil penuh saat Spanyol menyingkirkan Prancis dengan skor 2-0 di semifinal.
Pada pertandingan tersebut, Yamal berperan penting dalam terciptanya gol pembuka setelah dilanggar di kotak penalti yang kemudian di konversi menjadi gol oleh Mikel Oyarzabal. Sementara itu, Pedro Porro turut mencatatkan namanya di papan skor dengan mencetak gol kedua yang memastikan langkah Spanyol ke final.
Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, memilih tidak mengambil risiko dengan memaksakan Yamal dan Porro mengikuti latihan intensitas tinggi. Keduanya di harapkan dapat memulihkan kondisi sehingga siap tampil maksimal saat menghadapi Argentina di partai final yang di jadwalkan berlangsung pada Senin (20/7/2026) di New York New Jersey Stadium.
Sepanjang Piala Dunia 2026, Yamal menjadi salah satu pemain paling konsisten di skuad Spanyol. Winger Barcelona itu tampil di seluruh pertandingan dan hanya sekali tidak menjadi starter, yakni pada laga pembuka fase grup saat menghadapi Tanjung Verde karena baru pulih dari cedera hamstring. Meski baru mencetak satu gol, kontribusinya melalui pergerakan dan kreativitas di lini depan menjadi salah satu kekuatan utama La Roja.
Sementara itu, Pedro Porro juga semakin kokoh mengisi posisi bek kanan. Pemain Tottenham Hotspur tersebut telah tampil dalam lima pertandingan dan menyumbangkan dua gol sepanjang turnamen.
Dengan masih tersisanya beberapa hari sebelum laga final, tim medis Spanyol optimistis Yamal dan Porro dapat kembali berlatih penuh dan siap memperkuat La Furia Roja saat menghadapi Argentina dalam perebutan gelar juara dunia.(*)







