Kerinci-Masyarakat adat memiliki peran strategis yang penting dalam panggung demokrasi di bumi Sakti Alam Kerinci. Memperkuat partisipasi politik merupakan langkah yang tidak boleh berhenti dilakukan. Hal ini disampaikan Sekretaris Leadership Majelis Persmusyawaratan Adat (MPA) LAM Sakti Alam Kerinci Toni Suherman ketika dihubungi media ini.
“Ada banyak regulasi negara dibuat oleh pemerintah yang melindungi, mengakui masyarakat adat, ini bentuk partisipasi secara keorganisasian” ungkap Toni Suherman.
Dia juga menjelaskan pentingnya perwakilan masyarakat adat dilibatkan dalam lembaga-lembaga kenegaraan.
“Selanjutnya di tingkat lokal daerah kerinci dan kelompok masyarakat adatnya partisipasi politik juga harus diperkuat dengan mengutus perwakilan masyarakat adat duduk di legislatif, yudikatif dan eksekutif.” ujar Toni.
Ditambahkannya “Banyak cita-cita masyarakat adat yang belum diakomodir oleh Pemerintah Kabupaten Kerinci, maupun Pemerintah Provinsi Jambi, itu karena kadernya belum banyak dalam posisi pemegang kebijakan politik. Ini harus diperbanyak,” ungkap dia.
Menurut Toni Partisipasi politik akan semakin kuat jika ideologi masyarakat adat ditegakkan eksistensinya, termasuk di kelembagaan masyarakat adat pada LAM Sakti Alam Kerinci, perkara politik uang dalam Pilkada dapat ditekan bila masyarakat adat sadar akan perjuangan sesungguhnya.
Lebih lanjut ditambahkannya bahwa masyarakat adat merupakan eksistensi bangsa maka keberadaan, aturan, hukum yang mereka miliki harus diakui dan diberlakukan.
“Ada beberapa regulasi tentang adat di Provinsi Jambi dan Kabupaten Kerinci khususnya yang telah dibuat dalam upaya melindungi dan pengakuan daerah. Kalau tidak dibuat regulasi eksistensi adat dikancah suksesi kepemimpinan daerah bisa saja hilang atau diabaikan” ujarnya.
karena itu ia menekankan masyarakat adat wajib mengambil peran dalam penentuan kebijakan politik.
“Harus berani menyuarakan keinginannya dalam bentuk aspirasi politik dan menjadikan kadernya duduk di posisi strategis kebijakan,” kata Toni.
Toni menegaskan masyarakat adat memiliki jasa besar terhadap berdirinya daerah kabupaten kerinci.
“Tanpa masyarakat adat tak ada daerah Sakti Alam Kerinci. Masyarakat adatlah yang dengan kebesaran hatinya bersepakat bersatu menyerahkan kedaulatannya pada daerah untuk membentuk Kabupaten Kerinci,” ujarnya.
Berangkat dari itulah kata Toni Suherman, perjuangan menyampaikan aspirasi masyarakat adat secara politik harus terus diperkuat.
Saat dimintakan tanggapannya untuk maju pada pilkada kerinci 2024 dengan dukungan kelembagaan masyarakat adat sakti alam kerinci, ia memberikan jawaban bahwa partisipasi politik tidak harus melulu menjadi pejabat. Namun disaat masyarakat adat mampu membangun posisi tawar pada politisi, daerah dan negara maka disitulah partisipasi politik akan semakin menguat.(kin)







