SUNGAIPENUH – Tiga Kepala Keluarga tinggal satu rumah yang sangat memprihatinkan kondisi rumah tiga kepala Keluarga ini jauh dari kata layak, yang berada di Desa Pendung Hiang, Kota Sungai Penuh.
Di tengah berbagai program kesejahteraan dan bantuan sosial pemerintah, yang terus di gaungkan oleh pemerintah, namun sebuah rumah tua yang di tempati tiga kepala keluarga berdiri nyaris rubuh. Dinding papan yang lapuk, atap bocor, dan lantai reyot menjadi saksi hidup betapa jauh kata “layak” dari kenyataan, namun tak pernah tersentuh bantuan.
Sudah puluhan tahun keluarga penghuni rumah itu menanti perhatian pemerintah. Namun, hingga kini, tak satu pun bantuan program bedah rumah menyentuh mereka.
Sebulan lalu istri Wakil Wali Kota Sungai Penuh sudah sempat berkunjung ke rumah tersebut. Harapan sempat tumbuh, tapi setelah itu, tak ada kabar lanjutan. Tak ada tindak lanjut, tak ada perhatian dari dinas terkait.
“Sudah sering kami ajukan, tapi entah kenapa selalu tidak masuk daftar penerima,” ujar salah satu penghuni rumah dengan nada pasrah.
Tinggal Di Rumah Tak Layak Huni
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar dari warga sekitar. “Kami cuma ingin rumah itu diperbaiki. Mereka hidup bertiga di situ, dengan anak-anak kecil,” kata seorang tetangga.
Kepala Desa Pendung Hiang, Matakin saat di konfirmasi pada Rabu (22/10/2025) membenarkan masih ada warganya yang tinggal rumah tidak layak huni.
“Ya,di rumah itu ada Tujuh Orang tinggal dengan Tiga Kepala Keluarga ada Abdul Gani dan anaknya,”ujarnya
Ia mengatakan bahwa pihak sudah terus mengusulkan mendapatkan bantuan bedah rumah bagi dari Kota, Provinsi dan Pusat, namun hingga saat ini belum ada kepastian.
“Ibuk Wako dan Wawako sudah berkunjung ke rumah tersebut melihat kondisi keluarga tersebut. Kita sangat berharap ada perhatian dari Pemerintah kota Sungai Penuh dan Provinsi serta Pemerintah Pusat untuk membantu memperbaiki rumahnya tersebut,”harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkim kota Sungai Penuh, Sutrisno, saat di konfirmasi mengatakan bahwa bantuan bedah rumah secara bertahap di laksanakan dari Kementerian PKP.
“Dari 69 desa/kel tahun ini yang dapat bedah rumah baru 16 desa, yang menentukan jumlah dan lokasinya kementerian PKP melalui balai provinsi, bertahap akan di bantu, mohon di maklumi,”tulis Kadis Perkim melalui WhatsAppnya.(Afi)







