JAKARTA,RK-Perkumpulan Profesi Pasar Modal Indonesia (PROPAMI) kembali menegaskan posisinya sebagai pilar penting dalam ekosistem pasar modal nasional melalui Rapat Umum Anggota Tahunan (RUAT) dan Rapat Umum Anggota Luar Biasa (RUALB) yang digelar pada 26 September 2025 di Jakarta.
Momentum ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan wujud nyata sinergi antara asosiasi profesi, regulator, dan pelaku industri demi menguatkan fondasi pasar modal Indonesia.
Kehadiran para pemangku kepentingan utama dari Komisioner OJK, Direksi Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) mengisyaratkan komitmen bersama dalam menjaga profesionalisme dan integritas pasar modal.
Apresiasi dari Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi, yang membuka rapat dengan pemukulan gong, menunjukkan bahwa PROPAMI tak hanya mencetak tenaga ahli yang kompeten, tetapi juga mitra strategis yang krusial dalam penguatan tata kelola dan keberlanjutan industri.Dalam agenda yang dipimpin oleh Ketua Umum NS. Aji Martono dan jajaran pengurus, laporan tahunan mempertegas urgensi peningkatan kompetensi dan tata kelola sebagai kunci memperkokoh kepercayaan publik dan investor.
Dukungan anggota terhadap pertanggungjawaban pengurus dan persetujuan perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) menandai kesiapan PROPAMI menghadapi dinamika pasar modal yang terus berkembang.
Suasana rapat yang khidmat, dengan simbol bendera Merah Putih dan gong seremonial, menegaskan kedalaman komitmen organisasi dalam menjaga kualitas dan integritas sumber daya manusia pasar modal.
Keputusan strategis yang diambil memperkuat fungsi PROPAMI sebagai garda terdepan tenaga profesional yang beretika dan kompeten.Dengan pijakan kokoh dari dukungan regulator dan stakeholder, PROPAMI terbukti mampu menjawab tantangan zaman dan memantapkan posisinya sebagai mitra andalan pemerintah dalam membangun ekosistem keuangan nasional yang sehat, transparan, serta berdaya saing tinggi. Ini bukan hanya tentang organisasi, melainkan tentang masa depan pasar modal Indonesia yang berkelanjutan. (rik)







