DILI,RK— Parlemen Timor Leste akhirnya meluluskan tuntutan mahasiswa. Dalam sidang pada Jumat (26/9/2025), sebanyak 62 anggota parlemen sepakat menghapus skema pensiun seumur hidup bagi mantan presiden, perdana menteri, menteri, dan anggota parlemen.
Keputusan ini diambil setelah gelombang protes besar-besaran yang dipimpin mahasiswa Generasi Z mengguncang ibu kota Dili selama sepekan terakhir.
Protes dipicu rencana pengadaan mobil dinas mewah Toyota Prado senilai USD 4,2 juta (Rp 70,23 miliar) untuk 65 anggota parlemen. Publik geram, sebab lebih dari 40 persen warga Timor Leste masih hidup di bawah garis kemiskinan.
“Tuntutan Anda telah kami penuhi. Mohon hentikan demonstrasi,” ujar Olinda Guterres, anggota Partai Khunto, usai pemungutan suara.
Salah satu orator aksi, Fortunata Alves (23), menyebut keputusan ini sebagai kemenangan rakyat. “Perjuangan kami tidak sia-sia. Kini dana bisa dialihkan ke sektor yang benar-benar butuh: pendidikan, kesehatan, pertanian,” tegasnya.
Presiden Jose Ramos-Horta turut menyambut baik keputusan parlemen. Ia menegaskan tidak mendukung skema pensiun seumur hidup, dan lebih memilih agar dana tersebut digunakan untuk pembangunan dan pengentasan kemiskinan.
Selain mencabut hak pensiun, parlemen juga sepakat membatalkan rencana pengadaan mobil mewah yang sebelumnya sudah dianggarkan dalam APBN 2025.
Unjuk rasa sempat berlangsung ricuh selama dua hari berturut-turut. Massa melempar batu, polisi membalas dengan gas air mata. Namun hasilnya jelas: suara mahasiswa berhasil memaksa parlemen mengubah arah kebijakan.(san)







