Kerinci – Bencana Alam yang terjadi di Kabupaten Kerinci dalam satu pekan terlahir telah membuat kerusakan yang cukup parah, kejadian banjir dan longsor 6 Kecamatan, 12 Desa di Kabupaten Kerinci.
Data yang berhasil di himpun tertanggal 28 November 2025, bencana alam yang terjadi di kabupaten Kerinci berupa banjir dan longsor berdampak cukup luas, meliputi 6 kecamatan dan 12 desa dengan total 659 jiwa dari 271 Kepala Keluarga (KK) terdampak.
Hal ini di sampaikan Kepala BPBD Kerinci, Dedi Andrial, kepada Jambi Independent mengatakan bahwa 12 desa terdampak banjir dan longsor tersebar di 6 kecamatan. Kemudian data yang di terima BPBD Kerinci banjir juga berdampak pada kerugian materil, yakni adanya kerusakan fisik mencakup 1 unit rumah mengalami rusak sedang dan 3 unit rumah rusak ringan. Selain itu, sebanyak 228 fasilitas umum dan rumah warga terendam banjir.
Kalak BPBD Kerinci mengatakan bahwa banjir terparah berada di kecamatan Depati Tujuh, yakni Lubuk Suli. “Pemerintah daerah terus melakukan evaluasi dan penanganan darurat untuk memastikan keselamatan warga terdampak,”ujarnya.
Dia menambahkan bupati kerinci telah turun langsung ke titik terjadinya banjir dan longsor untuk memastikan kondisi di lapangan, bantuan juga sembako juga sudah di salurkan ke korban. “Kita himbau masyarakat tetap waspada akan terjadinya bencana,”himbaunya (afi)







