Kerinci – Program Bedah rumah yang di diperuntukkan untuk membantu keluarga pra sejahtera untuk dapatkan rumah layak huni, ternyata menimbulkan banyak masalah di karenakan terjadinya potongan dana hingga 40 persen yang di duga di lakukan oleh Pendamping program Bedah rumah.
Data yang berhasil di himpun media ini di lapangan mengatakan bahwa potongan dana mulai dari pengurangan jumlah bahan bangunan yang dj berikan hingga tingginya harga di tetapkan pendamping.
Salah seorang kepala desa di kecamatan tanco mengatakan bahwa program bedah rumah ini tidak tepat sasaran karena ada yang layak tidak dapat di karenakan ada aturan tidak tertulis yang harus di penuhi yakni tersedianya dana tambahan hingga belasan juta rupiah, dan ini membuat beberapa penerima Bedah rumah mundur karena tidak punya uang.
Salah seorang warga penerima bedah rumah mengatakan bahwa terjadi pengurangan jumlah volume barang yang dikirim oleh Pendpung. “ Ada dua harga pertama harga toko kemudian asa harga yang dj tetapkan pendamping program bedah rumah, “jelas sumber media ini.
Sumber media ini yang minta namanya tidak di sebutkan mengatakan jika di hitung total dari 20 juta yang di salurkan ke rekening penerima hanya 12 sampai 13 juta yang diterima bedah rumah. “Kalau di hitung kami hanya terima sekitar 13 juta ripiah dari dana 20 juta, sisanya 7 juta di duga di telap pendamping,”ujarnya.
Modus yang di lakukan oleh pendamping bedah rumah pertama Rekening penerima di pegang oleh pendampihg, harga barang menurut standar pendamping bukan ikut harga toko, kemudian junalh satuan barang yang di kirim juga berkurang. Seng yang mesti 2 kodi di kasih 1,5 kodi. (Spl)




















