SUNGAI PENUH RK— Sebanyak 167 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA)-Nusa Sungai Penuh
resmi diwisuda dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana Strata Satu (S1) Angkatan ke-XX dan Diploma Tiga (D3) Angkatan ke-XXXIII Tahun 2026.
Prosesi wisuda tersebut menjadi momentum penting bagi para lulusan setelah menyelesaikan perjalanan akademik sekaligus menjadi awal bagi mereka untuk memasuki dunia kerja dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Muhammad Ikhsan ketua STIA-Nusa Sungai Penuh menyampaikan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan garis keberangkatan untuk memasuki kehidupan yang lebih luas.
“Wisuda bukanlah garis akhir. Wisuda adalah garis keberangkatan,” demikian pesan yang disampaikan kepada para wisudawan dan wisudawati.
Wisuda tahun ini mengusung tema “Membangun Potensi Daerah dalam Rangka Menyongsong Indonesia Emas 2045 dan STIA-Nusa Bermutu: Berkembang, Maju, Mandiri, Taqwa, dan Unggul.”Tema tersebut dinilai menjadi arah bagi STIA-Nusa untuk terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan daerah.
STIA-Nusa diharapkan tidak hanya menjadi institusi pendidikan yang menghasilkan lulusan dengan ijazah, tetapi juga mampu melahirkan sumber daya manusia yang kritis, adaptif terhadap perkembangan teknologi, mampu berkolaborasi, serta memiliki integritas dan kepedulian terhadap masyarakat.
“Pengetahuan dapat diperoleh dari banyak tempat. Tetapi karakter, integritas, tanggung jawab, dan kepedulian kepada masyarakat tidak dapat digantikan oleh teknologi,” ujar pimpinan STIA-Nusa.

Menurutnya, kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh sumber daya alam maupun pembangunan fisik, tetapi juga sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia.
Karena itu, lulusan STIA-Nusa diharapkan mampu mengubah ilmu dan pengetahuan yang diperoleh selama kuliah menjadi kemampuan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Para wisudawan juga diingatkan agar tidak berhenti pada kebanggaan memperoleh gelar akademik. Gelar, kata dia, bukanlah mahkota, melainkan amanah yang diikuti tanggung jawab lebih besar kepada masyarakat.
Lulusan yang menjadi aparatur pemerintah diharapkan dapat memberikan pelayanan dengan hati. Mereka yang menjadi pemimpin diharapkan mau mendengar masyarakat. Sementara yang terjun ke dunia usaha diharapkan menjunjung tinggi integritas.
“Jika kalian kembali ke desa dan masyarakat, jadilah bagian dari perubahan yang membuat kehidupan masyarakat menjadi lebih baik,” pesannya.

Penghargaan untuk Orang Tua
Dalam kesempatan tersebut, pimpinan STIA-Nusa juga memberikan penghormatan khusus kepada orang tua para wisudawan.
Keberhasilan mahasiswa menyelesaikan pendidikan dinilai tidak terlepas dari doa, pengorbanan, dukungan dan perjuangan orang tua serta keluarga.
“Atas nama STIA-Nusa, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh orang tua dan keluarga. Terima kasih telah memberikan kepercayaan kepada kami dan telah mendampingi anak-anak Bapak dan Ibu sampai pada hari ini,” ungkapnya.
Ia berharap seluruh pengorbanan orang tua menjadi amal yang diridai Allah SWT.
Perkuat Kolaborasi Membangun Daerah
STIA-Nusa juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Sungai Penuh,
Pemerintah Kabupaten Kerinci, LLDIKTI Wilayah X, unsur legislatif, Forkopimda, perguruan tinggi, dunia usaha, perbankan, lembaga pemerintah, tokoh masyarakat, serta seluruh mitra yang selama ini mendukung pengembangan kampus.
Dukungan tersebut dinilai penting karena perguruan tinggi tidak dapat berjalan sendiri dalam membangun sumber daya manusia dan masa depan daerah.
“Pendidikan tinggi tidak dapat berjalan sendirian. Masa depan daerah dibangun melalui kolaborasi,” katanya.
Apresiasi juga diberikan kepada seluruh dosen dan tenaga kependidikan STIA-Nusa yang telah menjalankan proses pendidikan, pembimbingan, penelitian, pelayanan, hingga pengabdian kepada masyarakat.
Keberhasilan para lulusan pada momentum wisuda tersebut disebut sebagai keberhasilan bersama seluruh civitas akademika.
Menatap STIA-Nusa 2045
Pimpinan STIA-Nusa mengajak seluruh civitas akademika untuk melihat masa depan kampus hingga 2045, saat Indonesia memasuki satu abad kemerdekaan.
Generasi yang diwisuda pada 2026 diharapkan kelak menjadi aparatur, pengusaha, akademisi, tokoh masyarakat, maupun pemimpin daerah yang turut memberikan kontribusi bagi pembangunan.
STIA-Nusa ditargetkan dapat menjadi bagian dari sejarah pembangunan daerah, pusat pengembangan sumber daya manusia, ruang lahirnya inovasi pemerintahan, mitra strategis pemerintah daerah, sekaligus rumah bagi para alumni.
“Kita tidak sedang membangun STIA-Nusa hanya untuk hari ini. Kita sedang menanam untuk generasi yang mungkin belum kita kenal,” ujarnya.
Kepada 176 wisudawan dan wisudawati, pimpinan STIA-Nusa berpesan agar mereka membawa nama baik almamater dengan karya, prestasi, dan integritas.
Para lulusan juga diminta tidak melupakan orang-orang yang telah membantu perjalanan pendidikan mereka serta tetap kuat ketika menghadapi kegagalan di masa depan.
“Pergilah dengan ilmu. Pergilah dengan doa orang tua. Pergilah dengan nama baik almamater. Dan pergilah dengan satu tekad: di mana pun saya berada, saya harus membawa manfaat,” pesannya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan seseorang tidak semata-mata diukur dari jabatan, harta, maupun penghargaan yang diperoleh, tetapi dari sejauh mana kehadirannya mampu membuat kehidupan orang lain menjadi lebih baik.
“Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika kehadiran kita membuat kehidupan orang lain menjadi lebih baik,” katanya.
Menutup sambutannya, pimpinan STIA-Nusa mengajak seluruh civitas akademika untuk terus membangun kampus yang besar bukan hanya dari sisi institusi, tetapi juga besar dalam gagasan, integritas, karya, pengabdian, dan manfaat.
“Untuk STIA-Nusa. Untuk Kerinci dan Sungai Penuh. Untuk Provinsi Jambi. Untuk Indonesia. Dan untuk generasi yang akan datang,” ujarnya.
Ia kemudian mengutip Surah Al-Insyirah ayat 6, “Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.”
Pesan tersebut menjadi penutup sekaligus harapan agar seluruh lulusan STIA-Nusa mampu menjalani kehidupan setelah wisuda dengan ilmu, integritas, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.(*)




















