MUARASABAK – Seorang ibu rumah tangga Warga di Kecamatan Nipah Panjang, Kabupaten Tanjab Timur di Temukan tewas gantung diri, informasi tersebut membuat warga, korban di duga gantung diri
Kapolsek Nipah Panjang, AKP Abdul Kadar, dalam keterangannya menyampaikan, korban atas nama Ria (26), ibu rumah tangga warga Kelurahan Nipah Panjang I, Kecamatan Nipah Panjang.
Untuk kronologis kejadian, pada hari Selasa 21 Oktober 2025, sekitar pukul 09.00 wib, saksi yang merupakan paman korban atas nama Ma’ah datang ke rumah korban untuk berkunjung. “Setibanya di rumah korban, saksi melihat tubuh korban sudah tergantung dengan posisi leher terjerat tali tambang bekas ayunan,” ucapnya.
Tubuh Korban Tergantung
Melihat hal itu, saksi sontak langsung berteriak meminta tolong sembari mendekap tubuh korban yang masih tergantung dengan tujuan untuk mengangkat tubuh korban.
Teriakan saksi ini kemudian membangunkan adik korban atas nama Dadang, yang saat itu tengah tertidur di kamar bagian depan rumah korban.
“Saat Dadang mengetahui tubuh kakaknya tergantung, ia pun sontak langsung berteriak meminta tolong keluar rumah,” ungkap Kapolsek Nipah Panjang.
Selanjutnya, Agus (42) yang merupakan abang sepupu korban saat mendengar teriakkan Dadang kemudian mendatangi rumah korban dan membantu menurunkan tubuh korban yang saat itu masih tergantung.
“Belum di ketahui pasti motif dari korban melakukan aksi bunuh diri ini. Sejumlah barang bukti dari TKP sudah kami amankan dan kami juga telah meminta keterangan para saksi,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan tubuh bagian luar yang di lakukan oleh tim medis, yakni Dokter Puskesmas setempat, tidak di temukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Tim Temukan Bekas Lilitan Tali
Hanya saja terdapat bekas lilitan tali di leher korban sepanjang kurang lebih 32 cm, terdapat luka lecet bekas gesekan tali tambang pada leher korban sepanjang kurang lebih 6 cm, terlihat adanya bentuk V pada leher korban bagian kiri belakang bekas simpulan tali dan tidak ada tampak tanda perlawanan seperti bekas garukan di leher korban.
“Keluarga korban menolak untuk di lakukan otopsi terhadap tubuh korban dan telah membuat surat pernyataan terkait itu,” pungkasnya. (Cr)






