KERINCI – Pemerintah Kabupaten Kerinci akan menggelar Festival Kopi Kerinci dengan tema “Tanah Surga Menuju Panggung Kopi Dunia 2026” pada 12–13 September 2026. Kegiatan tersebut di pusatkan di Lapangan MTQ Kayu Aro.
Kepala dinas Pariwisata Jamal Penta Putra mengatakan kegiatan festival Kerinci tahun mengambil tema “ Tanah surga menuju Panggung kopi dunia 2026”katanga
Dia menambahkan bawa kegiatan Festival ini menjadi salah satu agenda unggulan Pemerintah Kabupaten Kerinci untuk memperkuat promosi kopi daerah sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani melalui pengembangan sektor kopi dari hulu hingga hilir.
Mengusung tema “Kopi Berdaya Saing, Kerinci Maju, Petani Sejahtera”, festival akan dirl ramaikan dengan 12 rangkaian kegiatan. Di antaranya seminar dan talkshow, kompetisi green bean arabika dan robusta, lomba seduh kopi, business matching, pelatihan kopi, field trip, pameran UMKM, gelar budaya, hingga pemberian apresiasi kepada para pelaku usaha kopi.
Bupati Kerinci Monadi, Kamis (6/8/2026), mengatakan Festival Kopi Kerinci bukan sekadar kegiatan seremonial maupun agenda tahunan. Menurutnya, festival tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan kopi Kerinci ke pasar nasional hingga internasional.
“Festival Kopi Kerinci bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi langkah nyata Pemerintah Kabupaten Kerinci untuk mengangkat kopi Kerinci ke panggung dunia. Kita ingin petani memperoleh nilai tambah, pelaku UMKM semakin berkembang, dan kopi Kerinci semakin di kenal sebagai kopi berkualitas yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,” ujar Monadi.
Ia menegaskan, potensi kopi Kerinci harus terus di perkuat melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari petani, pelaku usaha, akademisi, komunitas kopi hingga pemerintah.
Selain sektor kopi, Monadi juga menyoroti pentingnya pengembangan pariwisata Kerinci sebagai bagian dari strategi meningkatkan perekonomian masyarakat.
Menurutnya, Kerinci harus mampu membangun dan menjual brand pariwisata yang memiliki nilai jual serta daya saing. Hal itu perlu di dukung oleh para pelaku wisata, termasuk tour guide, melalui pelayanan prima serta cerita dan narasi pariwisata yang menarik.
“Kerinci harus mampu membuat dan menjual brand pariwisata yang memiliki nilai jual dan daya saing yang baik. Hal ini harus mendapat dukungan dari pelaku tour guide melalui pelayanan prima, cerita dan narasi yang baik,” katanya.
Pengembangan Pariwisata Butuh Kerjasama
Monadi juga menilai pengembangan pariwisata Kerinci membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha pariwisata, komunitas, Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), serta masyarakat.
Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting dalam membangun cerita dan citra pariwisata Kerinci agar semakin di kenal luas.
Kerinci, lanjutnya, juga perlu menggelar event pariwisata berkualitas secara berkelanjutan. Bahkan, ia berharap event pariwisata dapat digelar secara rutin setiap bulan untuk menarik lebih banyak wisatawan.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga perlu terus melakukan pembenahan, terutama dalam meningkatkan pelayanan, ketersediaan akomodasi, keamanan dan kenyamanan wisatawan, serta sarana dan prasarana publik.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah akses menuju Kabupaten Kerinci. Saat ini, pemerintah daerah terus berupaya mendorong tersedianya akses jalur udara untuk mendukung konektivitas dan kunjungan wisatawan.
“Dinas Pariwisata juga harus membuat target pendapatan di sektor pariwisata untuk peningkatan PAD,” tegas Monadi.
Melalui Festival Kopi Kerinci 2026, Monadi mengajak seluruh masyarakat, pelaku usaha, komunitas kopi hingga wisatawan untuk bersama-sama mempromosikan berbagai potensi yang di miliki Kerinci.
“Kami optimistis, dengan kolaborasi semua pihak, kopi Kerinci akan semakin maju, ekonomi masyarakat tumbuh, dan kesejahteraan petani terus meningkat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Festival Kopi Kerinci 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat citra Kerinci sebagai salah satu sentra kopi terbaik di Indonesia sekaligus mewujudkan visi “Tanah Surga Menuju Panggung Kopi Dunia.” (spl)




















