• Home
  • Berita Utama
  • Berita Viral
  • Daerah
    • Bute
    • Sungai Penuh
    • Kerinci
    • Kota Jambi
    • Provinsi Jambi
    • Sarko
    • Tanjab
  • Hiburan
  • Iklan
  • Nasional
  • Internasional
  • Kolom Kito Minggu Ini
  • Politik
  • Lainnya
    • Kesehatan
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Wisata & Kuliner
    • Sastra & Budaya
    • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Kode Etik
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Redaksi
Kamis, September 17, 2026
ReportaseKito.com
  • Home
  • Berita Utama
  • Berita Viral
  • Daerah
    • Bute
    • Sungai Penuh
    • Kerinci
    • Kota Jambi
    • Provinsi Jambi
    • Sarko
    • Tanjab
  • Hiburan
  • Iklan
  • Nasional
  • Internasional
  • Kolom Kito Minggu Ini
  • Politik
  • Lainnya
    • Kesehatan
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Wisata & Kuliner
    • Sastra & Budaya
    • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Kode Etik
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
  • Berita Viral
  • Daerah
    • Bute
    • Sungai Penuh
    • Kerinci
    • Kota Jambi
    • Provinsi Jambi
    • Sarko
    • Tanjab
  • Hiburan
  • Iklan
  • Nasional
  • Internasional
  • Kolom Kito Minggu Ini
  • Politik
  • Lainnya
    • Kesehatan
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Wisata & Kuliner
    • Sastra & Budaya
    • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Kode Etik
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Redaksi
No Result
View All Result
ReportaseKito.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
  • Politik
  • Daerah
  • Berita Viral
  • Kolom Kito
  • Tentang Kami

Dugaan Mark-Up BSPS Dinilai Korupsi Terstruktur, Bukan Kesalahan Teknis

Admin by Admin
Desember 27, 2025
0
Salah satu rumah BSPS di kerinci
0
SHARES
34
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Kerinci – Pakar hukum menilai dugaan mark-up dalam Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kecamatan Tanah Cogok tidak dapat di anggap sebagai kekeliruan administrasi, melainkan indikasi awal tindak pidana korupsi yang bersifat sistematis.

Manipulasi Harga Penuhi Unsur Delik Korupsi, Dr. (Cand) R. Hadi Pratama, S.H., M.H., dosen hukum pidana dan keuangan negara menegaskan bahwa manipulasi harga material adalah penyimpangan serius terhadap akuntabilitas anggaran negara.

“Jika pendamping program dengan sengaja mengarahkan pembelian material pada harga yang sudah di naikkan, maka di situ telah terjadi perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain dengan merugikan keuangan negara. Itu memenuhi unsur delik dalam Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi,” tegasnya.

BacaJuga

PB Pratama Sungai Penuh Kirim Lima Atlet Ikuti Kejuaraan PBSI Kota Jambi

Disparbud Kerinci Bekali 30 Orang Tour Guide 

Kerugian keuangan negara tidak harus di buktikan dengan aliran dana tunai, melainkan cukup dengan adanya selisih harga yang tidak sah dan berkurangnya nilai manfaat yang seharusnya diterima masyarakat.

Prof. Dr. Nuryadi, S.H., M.Hum., akademisi hukum administrasi negara, menekankan bahwa posisi pendamping BSPS adalah perpanjangan tangan negara yang memiliki tanggung jawab hukum dan etika publik. Praktik mengkondisikan harga atau nota fiktif merupakan penyalahgunaan kewenangan jabatan.

Praktik ini di nilai berbahaya karena merampas hak masyarakat miskin, merusak tujuan program kesejahteraan, dan menciptakan pola korupsi bantuan sosial yang berulang.

Para ahli sepakat, penanganan kasus ini tidak cukup hanya dengan audit administratif internal. Di perlukan audit investigatif yang di lanjutkan dengan proses hukum pidana jika unsur kesengajaan di temukan. Jika hanya di selesaikan secara internal, maka praktik serupa akan terus berulang,” kata Dr. Hadi, menambahkan bahwa bantuan sosial akan selalu menjadi objek rentan korupsi. Pembiaran kasus ini akan menjadi preseden buruk.

Penegakan hukum yang tegas bertujuan untuk menyelamatkan marwah program BSPS dan kepercayaan publik, bukan menjatuhkan program itu sendiri. “Yang harus di hukum bukan programnya, tetapi oknum yang menjadikan kemiskinan sebagai ladang keuntungan,” tutup Prof. Nuryadi.(Tim)

Post Views: 137
Previous Post

Lubang Bekas Tambang Batu Bara di Sungai Bengkal Disorot Dewan

Next Post

Polres Kerinci Lakukan Olah TKP Penemuan Mayat di Desa Sungai Pegeh, Korban Diduga Meninggal Akibat Sakit

Related Posts

PB Pratama Sungai Penuh Kirim Lima Atlet Ikuti Kejuaraan PBSI Kota Jambi
Berita Utama

PB Pratama Sungai Penuh Kirim Lima Atlet Ikuti Kejuaraan PBSI Kota Jambi

by Admin
Agustus 25, 2026
0

Sungai Penuh RK – PB Pratama Kota Sungai Penuh turut ambil bagian dalam kejuaraan bulu tangkis yang digelar PBSI Kota...

Read more
Disparbud Kerinci Bekali 30 Orang Tour Guide 

Disparbud Kerinci Bekali 30 Orang Tour Guide 

Agustus 11, 2026
Solar Bersubsidi di SPBU Kerinci dan Sungai Penuh Dikeluhkan

Solar Bersubsidi di SPBU Kerinci dan Sungai Penuh Dikeluhkan, Sopir Truk Minta Pengawasan Distribusi Diperketat

Agustus 7, 2026
P3-TGAI Bantu Irigasi Petani di Kerinci, 

P3-TGAI Bantu Irigasi Petani di Kerinci, 

Juli 24, 2026
Praktisi Hukum: Sekolah Tak Berwenang Wajibkan Orang Tua Beli Seragam di Sekolah

Praktisi Hukum: Sekolah Tak Berwenang Wajibkan Orang Tua Beli Seragam di Sekolah

Juli 21, 2026
ReportaseKito.com

Menjadi salah satu media profesional dalam menyajikan fakta dan turut menangkal hoaks serta sebagai kontrol sosial sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Follow Us

KATEGORI UTAMA

  • Berita Utama
  • Berita Viral
  • Bute
  • Daerah
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hiburan
  • Iklan
  • Internasional
  • Kerinci
  • Kesehatan
  • Kolom Kito Minggu Ini
  • Kota Jambi
  • Lainnya
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Politik
  • Provinsi Jambi
  • Sarko
  • Sastra & Budaya
  • Sungai Penuh
  • Tanjab
  • Uncategorized
  • Wisata & Kuliner

Berita Terbaru

SMSI Kerinci-Sungai Penuh Peduli, 10 Ribu Masker Dibagikan kepada Pengendara

SMSI Kerinci-Sungai Penuh Peduli, 10 Ribu Masker Dibagikan kepada Pengendara

September 10, 2026
Kerja Siang-Malam, Upah Rp10 Juta Diklaim Belum Lunas, Pekerja RSUD Sungai Penuh Bersuara

Kerja Siang-Malam, Upah Rp10 Juta Diklaim Belum Lunas, Pekerja RSUD Sungai Penuh Bersuara

September 8, 2026
  • Home
  • Berita Utama
  • Berita Viral
  • Daerah
  • Hiburan
  • Iklan
  • Nasional
  • Internasional
  • Kolom Kito Minggu Ini
  • Politik
  • Lainnya
  • Tentang Kami
  • Kode Etik
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Redaksi

Copyright © 2023 www.reportasekito.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Utama
  • Berita Viral
  • Daerah
    • Bute
    • Sungai Penuh
    • Kerinci
    • Kota Jambi
    • Provinsi Jambi
    • Sarko
    • Tanjab
  • Hiburan
  • Iklan
  • Nasional
  • Internasional
  • Kolom Kito Minggu Ini
  • Politik
  • Lainnya
    • Kesehatan
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pendidikan
    • Wisata & Kuliner
    • Sastra & Budaya
    • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Kode Etik
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Redaksi

Copyright © 2023 www.reportasekito.com