REPORRASEKITO-Istilah “Cawe-cawe” atau turut campur menjadi viral setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggunakan istilah ini jelang Pemilu Februari 2024.
Cawe-cawe Pejabat Kepala Daerah atau Kepala Daerah seperti Gubernur,Bupati/Walikota dinilai sangat berpengaruh dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan dapat memberi keuntungan bagi Calon Kepala Daerah (Cakada) yang didukung.
Direktur IDEA Institute Jafar Ahmad mengatakan, cawe-cawe yang dilakukan oleh penguasa di tingkat daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota akan berpengaruh secara signifikan jika Pejabat Kepala Daerah atau Kepala Daerah mau mengerahkan sumber daya seperti Aparat Sipil Negara (ASN) dan juga sumber daya finansial.
“Tergantung kekuatan sang PJ atau Kepala Daerah yang masih aktif. Kalau sangat populer dan mau mengerahkan sumber daya (ASN dan Uang) yang besar, pasti akan berpengaruh secara signifikan,” kata Jafar Ahmad.
Jafar Ahmad menjelaskan mengenai seberapa signifikan hasil dari cawe-cawe tetap tergantung dengan “modal” yang dimiliki Pejabat atau Kepala Daerah itu sendiri. Semakin besar modal yang dimiliki maka semakin besar pengaruh cawe-cawe yang dilakukan
Ditanya apa impilikasi dari cawe-cawe yang dilakukan itu? Jafar menjelaskan, implikasinya bisa positif dan bisa negatif.
“Positifnya jika calon yg didukung kebetulan orang terbaik dari seluruh pasangan yang lain. Negatifnya, akan terjadi beberapa pelanggaran netralitas.”Ujar Jafar Ahmad. (uma)







