Reportase.com – Di balik kilau prestasi dan gemerlap dunia keuangan, tersimpan sisi kelam yang kini diburu lintas negara. Dua nama besar, Evelina F. Pietruschka dan Michael Steven, tak lagi sekadar tokoh di balik layar industri finansial—mereka kini menjadi ikon buronan dalam salah satu skandal keuangan terbesar dalam sejarah Indonesia.
Red Notice telah dikibarkan. Interpol bergerak. Perburuan resmi dimulai.
Buronan Kelas Kakap di Balik Skandal Miliaran Dolar
Dari balik tembok-tembok perkantoran elit dan karpet merah konferensi asuransi, nama Evelina dan Michael dulu dielu-elukan sebagai pionir dan inovator. Kini, keduanya adalah simbol kegagalan sistem, dan—lebih dari itu—pengkhianatan terhadap ribuan investor dan pemegang polis.
Michael Steven, pendiri Kresna Group, baru saja ditetapkan sebagai buronan internasional melalui red notice Interpol pada 19 September 2025. Tak main-main, pria yang pernah dinobatkan sebagai “CEO Paling Inovatif” ini diduga menyalahgunakan kendali atas PT Kresna Asset Management dan Kresna Life untuk mengalirkan dana demi kepentingan kelompok usahanya sendiri, merugikan 8.900 pemegang polis hingga total Rp 6,4 triliun.
Sementara itu, sang “ratu asuransi”, Evelina F. Pietruschka, yang pernah menjabat Presiden Komisaris Wanaartha Life, dituding menjadi otak di balik kegagalan bayar yang mengguncang industri asuransi jiwa nasional. Namanya hilang, keberadaannya misterius, tapi jejaknya masih membekas—di ribuan rekening nasabah yang hancur.
Reza, Anak Sang Buronan: Tertangkap, Lalu Bebas dengan Uang Jaminan
Ketegangan meningkat saat Rezanantha Pietruschka, putra Evelina, sempat ditangkap di California, AS. Namun, seperti drama dalam film Hollywood, ia kembali bebas berkat jaminan uang bail.
“Nggak ada pelaku pidana ekonomi yang miskin. Mereka semua bisa sewa pengacara top, dan itulah kenapa mereka selalu bisa bail, selalu challenge status red notice kita,” ungkap Untung Widyatmoko, Sekretaris NCB Interpol Indonesia, dalam konferensi pers di Tangerang, Jumat (26/9).
Kini, kerja sama dengan FBI, ICE, dan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS sedang dijalin intensif untuk mengakhiri pelarian keluarga Pietruschka.
Siapa Mereka? Kilas Balik Dua Sosok di Balik Kekacauan Finansial
Evelina F. Pietruschka: Dari Tokoh Regional ke Buronan Internasional
Sebelum terseret kasus, Evelina adalah figur dihormati di industri asuransi. Ia pernah menjadi Ketua Umum AAJI, Chairman FAPI, hingga Sekjen ASEAN Insurance Council. Karier akademisnya pun cemerlang, menyandang gelar master dari Pepperdine University, California.
Pada 2009, ia bahkan menjadi finalis Entrepreneur of the Year versi Ernst & Young. Namun kini, semua gelar itu memudar di balik jerat hukum dan kabut pelarian.
Michael Steven: Dari CEO Terbaik ke Tokoh di Balik Gagal Bayar Triliunan
Michael, yang mengawali kariernya lewat pendirian Kresna Graha Investama pada 1999, membangun reputasi sebagai inovator keuangan. Perusahaan yang ia pimpin pernah masuk daftar Forbes Asia “Best Under a Billion” dan Forbes Indonesia “50 Best of the Best Companies” dua tahun berturut-turut.
Namun, di balik reputasi itu, Michael disebut melakukan intervensi gelap dalam kontrak pengelolaan dana untuk kepentingan pribadi dan grup usahanya. Kini, pria yang pernah memimpin Kamar Dagang dan Industri (KADIN) untuk sektor kelautan itu justru menghadapi pencabutan izin Kresna Life oleh OJK dan perburuan hukum lintas negara.
Dibalik Nama Besar dan Gelar Bergengsi, Ada Ribuan Korban Menanti Keadilan
Interpol tak sendiri. Publik menuntut jawaban. Ribuan korban menanti kabar: apakah uang mereka akan kembali, dan apakah para buronan akhirnya akan dibawa pulang ke tanah air untuk diadili?
Untuk saat ini, dunia hanya bisa menonton, menunggu babak akhir dari drama keuangan ini. Apakah ini akan menjadi kisah penegakan hukum yang berani—atau satu lagi cerita tentang kuasa uang yang mengalahkan keadilan?
Satu hal pasti: lembaran baru telah dibuka, dan dunia sedang
mengawasi.(tim)







