
Politik itu memang selalu menarik untuk diomelin atau sesekali juga enak buat dicolek. Selalu ada kejutan dalam peristiwa politik, yang namanya kejutan adalah sesuatu yang muncul tiba-tiba dan tidak terduga sebelumnya.
Kejutan yang saya maksud adalah soal Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), wabil-khusus pada Pemilihan Walikota (Pilwako) Kota Sungai Penuh. Khususnya lagi Pusri Amsi, karena menurut saya Pusri memang bikin kaget saya. Meskipun orang lain belum tentu merasa kaget.
Beberapa hari yang lalu sepertinya ada pemandangan yang berbeda ketika saya melintas di Jalan Lintas Tanah Kampung tepatnya didepan rumah mantan Sekda Kota Sungai Penuh Pusri Amsi pada Minggu malam (12/05/24) ada pemandangan yang sudah tidak biasa. Rumah mewah yang berada di pinggir jalan itu terlihat ramai.
Melihat rumah yang cukup ramai sempat membuat pikiran saya ngelantur kemana-mana. Saya membayangkan berbagai hal, mulai dari kejadian yang menyedihkan,menggembirakan, hingga menegangkan. Saya terus melajukan kendaraan pulang ke rumah.
Sesampai dirumah saat membuka handphone, saya melihat ada pesan dari teman yang memberitahukan bahwa Pusri Amsi dan Mulyadi Yacoeb akan mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Sungai Penuh.
Peristiwa ini cukup mengejutkan, karena pasangan ini muncul sebagai pasangan Bakal Calon Perseorangan atas nama Pusri Amsi-Mulyadi Yacoeb yang mendaftar ke KPU Kota Sungai Penuh.Wacana Pusri Amsi ingin maju di Pilwako bukan kali ini saja. Namun majunya sebagai bakal calon perseorangan itu yang agak mengejutkan orang-orang_khususnya saya.
Saya mencoba menggali informasi ini ke beberapa sumber di KPU Kota Sungai Penuh. Mereka membenarkan bahwa Pusri Amsi dan Mulyadi Yacoeb sudah menyerahkan syarat dukungan. Jumlah yang diserahkan sudah melebihi syarat minimal dukungan.
Syarat dukungan untuk calon perseorangan harus ditentukan melalui jumlah penduduk, karena Kota Sungai Penuh masuk dalam kategori dengan rentang jumlah penduduk di bawah 250.000 jiwa maka persentasenya adalah 10 % dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT). DPT yang digunakan adalah DPT Pemilu Terakhir yakni 72.598 pemilih, maka syarat minimal dukungan 7.259,8 yang dibulatkan menjadi 7.260.Pusri Amsi dan Mulyadi menyerahkan 7.716 dukungan, dan sudah tersebar lebih dari 50% Kecamatan.
KPU Kota Sungai Penuh sedang melakukan proses verifikasi administrasi. Jika lolos verifikasi administrasi maka akan dilanjutkan dengan verifikasi faktual pada awal Juni mendatang, tepatnya dari 3 Juni sampai 16 Juni 2024.
Jika nantinya pasangan ini ditetapkan menjadi Calon Walikota (Cawako) dan Calon Wakil Walikota (Cawawako) rasanya tidak berlebihan jika obrolan di “Warung Kopi” ada yang mengatakan akan mengubah peta politik Kota Sungai Penuh. Kalau ini benar tentu menjadi suatu keniscayaan bagi calon lainnya untuk merumuskan kembali strategi mereka.
Kandidat lain harus memetakan kembali kekuatan dan peluang mereka sebelum Pusri mengagetkan mereka lagi.Terlebih lagi bagi mereka yang satu irisan basis elektoral dengan Pusri atau Mulyadi. Banyak sedikit pasangan ini bisa menggerus suara calon lain yang berasal dari daerah yang sama. Selain itu juga akan berdampak pada munculnya kompleksitas masalah dalam jejaring yang sudah dibangun kandidat lain di basis mereka masing-masing.(*)





