Muktamar ke-X PPP Diwarnai Kericuhan, Tiga Nama Muncul Kandidat Ketua Umum
REPORTASEKITO.COM – Pelaksanaan Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang di gelar di Ancol, Jakarta, Sabtu (27/9/2025), di warnai kericuhan.
Kericuhan ini mulai terjadi saat saat Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono bersama Wakil Ketua Umum Amir Uskara menggelar jumpa pers usai acara pembukaan.
Kericuhan berawal ketika para kader yang hadir mulai saling berteriak. Pendukung Mardiono kompak menyerukan yel-yel “lanjutkan”, sementara kubu penentang membalas dengan teriakan “turun”. Situasi semakin memanas ketika upaya sejumlah kader menenangkan massa tidak di indahkan, hingga akhirnya terjadi adu mulut dan berujung baku hantam antar dua kubu.
Petugas keamanan partai yang di bantu aparat kepolisian melerai dari Dua kubu tersebut. Setelah ketegangan mereda, aktivitas muktamar kembali di lanjutkan dengan pengamanan ketat.
Kandidat Ketua Umum PPP
Kericuhan di arena muktamar tak lepas dari perebutan kursi Ketua Umum PPP yang menjadi sorotan utama. Setidaknya ada tiga nama yang di gadang-gadang maju sebagai kandidat kuat:
1. Muhammad Mardiono – Plt Ketua Umum PPP saat ini, yang mendapat dukungan dari sebagian besar pengurus wilayah.
2. Agus Suparmanto – Politikus dan pengusaha yang di nilai punya modal besar serta jaringan kuat di internal partai.
3. Husnan Bey Fananie – Mantan diplomat dan akademisi yang disebut-sebut bisa menjadi figur alternatif untuk menyatukan faksi-faksi PPP.
Munculnya tiga nama tersebut memperlihatkan adanya perbedaan aspirasi di tubuh PPP. Sebagian kader menilai kepemimpinan Mardiono perlu di lanjutkan demi stabilitas, sementara pihak lain mendorong regenerasi dan perubahan arah kepemimpinan partai.
Dinamika Internal PPP
Kericuhan di Muktamar X ini kembali menegaskan bahwa PPP masih menghadapi dinamika internal yang cukup tajam. Meski sudah berulang kali menegaskan komitmen persatuan, gesekan antar faksi belum sepenuhnya mereda.
Pengamat politik menilai, muktamar kali ini akan menjadi momentum penting bagi PPP dalam menentukan arah kepemimpinan ke depan, sekaligus konsolidasi menjelang Pemilu 2029.
PPP sendiri dalam beberapa tahun terakhir menghadapi tantangan berat, mulai dari perolehan suara yang cenderung menurun hingga konsolidasi internal yang belum tuntas. Karena itu, pemilihan ketua umum baru dianggap krusial dalam menentukan masa depan partai berlambang Ka’bah ini. ***






