LIMAPULUH KOTA, Reportasekito.com – Situs Menhir Bawah Parit yang berada di Nagari Maek, Kecamatan Bukit Barisan, Kabupaten Limapuluh Kota, mendapat perhatian dunia. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengungkapkan bahwa sejumlah peneliti mancanegara, termasuk dari Australia, berencana melakukan kajian lebih mendalam terhadap situs bersejarah tersebut pada Oktober 2026 mendatang.
Hal itu di sampaikan Mahyeldi saat meninjau langsung kawasan Situs Menhir Bawah Parit pada Kamis (28/5/2026). Kunjungan tersebut di lakukan sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian warisan budaya sekaligus upaya mengungkap sejarah peradaban kuno yang pernah berkembang di kawasan tersebut.
Kompleks Menhir Terbesar di Sumatera Barat
Situs Menhir Bawah Parit di kenal sebagai kompleks menhir terbesar di kawasan Maek dengan luas mencapai sekitar 6.000 meter persegi. Di area ini terdapat sekitar 370 menhir dengan ukuran yang beragam.
Sebagian batu menhir masih berdiri tegak, sementara lainnya telah roboh dan mengarah ke tenggara, tepatnya ke arah Gunung Sago. Keunikan lain dari situs ini adalah di temukannya sejumlah menhir berhias ukiran khas yang mencerminkan kekayaan budaya masyarakat masa lampau.
Beberapa ornamen yang di temukan antara lain motif tumpal, pucuk rebung, kaluak paku, pola geometris, hingga siriah gadang yang diyakini memiliki makna simbolis bagi kehidupan masyarakat pada zamannya.
Bukti Peradaban Kuno Masyarakat Maek
Dalam kesempatan tersebut, Mahyeldi menyebut Nagari Maek sebagai “negeri seribu menhir” karena memiliki kelompok menhir terbanyak di Sumatera Barat.
Menurutnya, keberadaan ratusan menhir itu menjadi bukti bahwa masyarakat Maek telah memiliki kehidupan sosial dan budaya yang maju sejak ribuan tahun sebelum Masehi.
“Menhir-menhir ini menunjukkan bahwa masyarakat pada masa itu sudah hidup berkelompok, memiliki kawasan pemakaman, serta menghasilkan berbagai ukiran yang menandakan adanya perkembangan budaya dan peradaban,” ujar Mahyeldi.
Menarik Minat Peneliti Internasional
Mahyeldi menilai situs menhir Maek merupakan aset sejarah yang sangat berharga dan masih menyimpan banyak misteri yang perlu di teliti secara ilmiah.
Ia mengungkapkan bahwa ketertarikan terhadap situs tersebut tidak hanya datang dari dalam negeri, tetapi juga dari kalangan akademisi dan pemerhati sejarah mancanegara. Salah satunya adalah tokoh Malaysia, Rais Yatim, yang di sebut sangat tertarik terhadap simbol dan ukiran yang terdapat pada batu-batu menhir di Maek.
Menurut Mahyeldi, berbagai tulisan dan ornamen yang di temukan di lokasi itu berpotensi membuka pemahaman baru mengenai sejarah peradaban kuno di kawasan Sumatera.
Peneliti Australia Di jadwalkan Datang Oktober
Sebagai bagian dari upaya pengungkapan nilai sejarah situs tersebut, sejumlah peneliti dari Australia di rencanakan akan datang pada Oktober 2026 untuk melakukan penelitian lanjutan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat pun mendorong terjalinnya kolaborasi dengan para ahli dari berbagai negara agar penelitian terhadap situs menhir Maek dapat di lakukan secara lebih komprehensif.
“Semoga ini menjadi langkah penting dalam pelestarian dan pengembangan situs budaya yang memiliki nilai sejarah luar biasa bagi Sumatera Barat dan Indonesia,” kata Mahyeldi.
Kunjungan Gubernur ke Situs Menhir Bawah Parit turut di dampingi sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, termasuk Kepala Dinas Kebudayaan, Kepala Dinas Pariwisata, serta sejumlah pejabat di lingkungan Setdaprov Sumbar.***






