Sungai Penuh- Berdasarkan hasil survei tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Ahmadi Zubir dan Alvia Santoni (Ahmadi-Antos) dibawah standar. Ini menjadi indikasi Pemimpin pemerintahan Kota Sungai Penuh saat ini gagal.
Seperti diketahui Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD PKS) Kota Sungai Penuh melakukan survei untuk Pilwako 2024. Selain melihat elektabilitas dan popularitas kandidat, survei ini juga memotret respon kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan dibawah kepemimpinan Ahmadi Zubir.
Temuan PKS dalam survei ini cukup mengejutkan. Tingkat kepuasan terhadap pemerintahan Ahmadi Zubir hanya 23,06 persen. Angka terlalu senjang, sebab terdapat 43,23 persen masyarakat menyatakan tidak puas dengan kinerja pemerintah, sisanya 34,71 persen menyatakan tidak tau.
Kepuasan masyarakat ini lazimnya dipengaruhi oleh kinerja dan realisasi program selama kepemimpinan petahana. Kemudian beberapa persoalan dan isu terkini ditengah masyarakat yang tidak mendapatkan respon yang baik dari pemerintah.
Survei internal PKS ini dilakukan oleh lembaga Hizazi RCC pada 2-10 Mei 2024 dengan menggunakan 412 responden. Sampel ini terbagi atas 48,06 persen laki-laki dan 51,94 persen perempuan.
Pengamat Politik Dedek Kusnadi mengatakan, dilihat dari rendahnya tingkat kepuasan, maka kepemimpinan Kota Sungai Penuh saat ini gagal.
“Kalau ini iya kalau kepuasan kinerja rendah tentunya begitu, (ya bisa dinilai gagal membangun Sungai penuh), ” kata Dedek Kusnadi pengamat Politik Jambi, Minggu (19/5/2024)
Dedek menjabarkan tingkat kepuasan masyarakat kecil terhadap pemerintah dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kebijakan ekonomi, kualitas layanan publik, kesejahteraan sosial, serta transparansi dan akuntabilitas pemerintah.
Berikut ini adalah beberapa faktor utama yang mempengaruhi tingkat kepuasan masyarakat kecil terhadap pemerintah.
Kebijakan Ekonomi.
Harga Barang dan Jasa: Stabilitas harga barang kebutuhan pokok sangat berpengaruh. Inflasi tinggi dapat menyebabkan ketidakpuasan.
Juga hal – hal yang tidak sesuai degan pelaksanaan kinerja
Kesempatan Kerja.
Tingkat pengangguran yang tinggi dapat menurunkan kepuasan masyarakat.
Pendapatan dan Upah: Upah yang layak dan pendapatan yang stabil memberikan rasa aman ekonomi.
Kualitas Layanan Publik.
Pendidikan: Akses dan kualitas pendidikan yang baik meningkatkan kepuasan masyarakat.
Kesehatan: Pelayanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas sangat penting bagi masyarakat kecil.
Infrastruktur: Akses ke infrastruktur dasar seperti jalan, listrik, dan air bersih berpengaruh besar.
Kesejahteraan Sosial.
Bantuan Sosial: Program bantuan sosial yang efektif dan tepat sasaran dapat meningkatkan kepuasan.
Perumahan: Akses ke perumahan yang layak juga merupakan faktor penting.
Transparansi dan Akuntabilitas:
Korupsi.
Tingkat korupsi yang tinggi menurunkan kepercayaan dan kepuasan masyarakat.
Partisipasi Publik: Pelibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan meningkatkan rasa memiliki dan kepuasan.
Dampak Terhadap Petahana yang Mencalonkan Diri Kembali.
Tingkat Kepuasan Tinggi
Elektabilitas.
Jika tingkat kepuasan masyarakat kecil tinggi, petahana memiliki peluang lebih besar untuk terpilih kembali.
Dukungan Partai dan Donatur: Tingkat kepuasan tinggi dapat menarik dukungan lebih besar dari partai politik dan donatur.
Stabilitas Politik.Kepuasan yang tinggi menciptakan stabilitas politik yang mendukung kampanye petahana.
Tingkat Kepuasan Rendah
Penurunan Elektabilitas.
Ketidakpuasan masyarakat kecil dapat mengurangi peluang petahana untuk terpilih kembali.
Munculnya Penantang Baru: Ketidakpuasan dapat memunculkan penantang baru yang menawarkan alternatif.
Kritik dan Demonstrasi.
Tingkat ketidakpuasan yang tinggi bisa mengarah pada kritik tajam dan demonstrasi, yang merusak citra petahana.
Oleh karena itu, petahana yang mencalonkan diri kembali perlu fokus pada kebijakan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat kecil dan menjaga transparansi serta akuntabilitas dalam pemerintahan.
Hal ini penting untuk mempertahankan dukungan dan kepercayaan masyarakat. (Mre)






